Rabu, 19 Februari 2020

ilmu.:))

Dalam menyetujui kehidupan di dunia, disetujui manusia yang diberikan ujian dari Allah SWT. Berhasil atau tidaknya manusia, tergantung pada pribadinya masing-masing. Akan tetapi, Allah SWT menawarkan cara menjalankan ujian tersebut dengan bersabar. Pertanyaannya kemudian, apa yang dibahas dengan sabar?

Kata sabar berasal dari bahasa arab yaitu as-Shabru , merupakan masdar dari fi'il madhi yang berarti menahan diri dari keluh kesah. Ada juga yang mengatakan as-Shibru dengan mengkasrahkan shadnya yang berarti obat yang sangat pahit dan tidak enak. Imam Jauh mengganti kata sabar yang membentuk jamaknya membentuk lafad صُبُرٌ dengan memegang diri kompilasi keadaaan puas atau susah.

Ar-Raghib Al-Asfihani berpandangan bahwa menunggu adalah kuat atau tahan kompilasi dalam kesulitan ketat. Menurutnya, sabar juga berarti menahan hawa nafsu dari sesuatu yang dapat merusak akal dan syari'at. Sabar dalam pandangan M. Quraish Shihab adalah menahan diri atau menyelamatkan jiwa dari keinginan demi sesuatu yang lebih baik. Sementara dalam pandangan Ibnu Qayyim al-Jauzi sabar menahan diri dari rasa gelisah, cemas dan amarah; memegang lidah dari keluh kesah, memegang tubuh dari digenggam.

Lebih lanjut, kata tunggu dikirim dalam Kamus Al-Quran dan Ishlah al-Wujuh wa an-Nadlair fi Al-Quran Al-Karim memiliki lima makna.

Pertama, sabar disetujui menunggu, disetujui firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Berarti:

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sungguh Allah bagi orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)

Kedua, sabar menantang, disetujui firman-Nya:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْن

Berarti:

“Mereka adalah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka mengatasi api neraka. ” (QS. Al-Baqarah: 175)

Ketiga, sabar menyetujui ketabahan, disetujui firman-Nya:

إن كاد ليضلنا عن آلهتنا لولا أن صبرنا عليها وسوف يعلمون حين يرون العذاب من أضل سبيلا

Berarti:

"Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah) nya" dan mereka kelak akan melihat di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. "(QS. Al-Furqan: 42)

Keempat, sabar mendukung ridha, diizinkan firman-Nya:

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقَومُ

Berarti:

"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu kompilasi kamu bangun berdiri" (QS. At-Thur: 48)

Kelima, sabar menyetujui itu sendiri, diberikan firman-Nya:

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبَدَّنإِْ

Berarti:

“Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melepaskan sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (Kepada Tuhan-nya). " (QS Shad: 44)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar